Modul Ajar Informatika Fase E: Jaringan Komputer dan Internet
Referensi pembelajaran Informatika SMK Kelas X dengan pendekatan Deep Learning dan model Problem Based Learning.
Tentang Modul
Perkembangan teknologi digital menjadikan jaringan komputer dan internet sebagai bagian penting dalam kehidupan, pendidikan, dan dunia kerja. Pemahaman mengenai konektivitas, konfigurasi, komunikasi data, serta keamanan jaringan menjadi kompetensi dasar yang perlu dimiliki peserta didik bidang Informatika.
Modul Ajar Informatika Fase E Elemen Jaringan Komputer dan Internet disusun sebagai perangkat pembelajaran bagi peserta didik kelas X SMK di SMKN 9 Garut Tahun Pelajaran 2026/2027. Modul ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami, menganalisis, merancang, mengonfigurasi, dan mengamankan jaringan komputer serta konektivitas internet melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis permasalahan nyata.
Tujuan dan Ruang Lingkup Pembelajaran
Pembelajaran difokuskan pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep jaringan komputer, memilih teknologi konektivitas, melakukan konfigurasi, serta menerapkan prinsip keamanan dan perlindungan data.
Materi utama dalam modul ini meliputi:
- Konsep jaringan lokal dan internet.
- Klasifikasi jaringan PAN, LAN, MAN, dan WAN.
- Model jaringan Client-Server dan Peer-to-Peer.
- Konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel.
- Perancangan topologi dan konfigurasi jaringan komputer.
- Komunikasi data dan mekanisme pertukaran informasi.
- Keamanan jaringan dan perlindungan data pribadi.
- Konsep enkripsi dan penerapan sandi Caesar.
Pendekatan Problem Based Learning
Modul ini menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui model Problem Based Learning (PBL). Peserta didik dihadapkan pada permasalahan autentik berupa kebutuhan pembangunan jaringan aman untuk ruang multimedia baru.
Peserta didik berperan sebagai Tim Teknisi Jaringan Muda yang bertugas merancang jaringan untuk ruang multimedia berukuran 10 × 6 meter, dengan kebutuhan 20 komputer, satu printer, dan satu koneksi internet. Rancangan harus mempertimbangkan kebutuhan perangkat, konektivitas, konfigurasi, pengujian, serta perlindungan data.
Proses pembelajaran mengikuti lima tahapan PBL:
- Orientasi peserta didik terhadap masalah.
- Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
- Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
- Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
- Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Produk Akhir Pembelajaran
Sebagai bentuk penerapan kompetensi, peserta didik menghasilkan Dokumen Rancangan dan Panduan Jaringan Aman. Dokumen ini mencakup analisis kebutuhan jaringan, pemilihan jenis konektivitas, rancangan tata letak perangkat, konfigurasi dan pengujian koneksi, serta rekomendasi perlindungan data dan keamanan jaringan.
Proses pembelajaran juga dilengkapi dengan lembar kerja peserta didik, asesmen diagnostik, formatif dan sumatif, refleksi, penilaian sejawat, serta kegiatan remedial dan pengayaan.
Akses Modul Ajar Lengkap
Pelajari dan akses dokumen modul ajar secara lengkap melalui halaman publikasi Academia.edu.
Buka Modul di Academia.eduKata Kunci
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi perangkat pembelajaran dan referensi pengembangan pembelajaran Informatika di Sekolah Menengah Kejuruan. Seluruh materi dan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran elemen Jaringan Komputer dan Internet Fase E.