Modul Ajar Informatika Kelas X Fase E: Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Modul ajar Informatika kelas X Fase E materi TIK tentang aplikasi perkantoran, mail merge, cloud, dan literasi digital.
Sampul Modul Ajar Informatika Kelas X Fase E Elemen Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK
Modul Ajar Informatika Kelas X Fase E — Elemen Teknologi Informasi dan Komunikasi
PERANGKAT PEMBELAJARAN INFORMATIKA

Modul Ajar Informatika Kelas X Fase E: Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Rencana Pembelajaran Mendalam dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk mengembangkan keterampilan mengolah data, mengintegrasikan aplikasi perkantoran, menggunakan mail merge, mengelola cloud, dan mengevaluasi informasi dari internet.

Identitas Modul

Satuan PendidikanSMKN 9 Garut
Mata PelajaranInformatika
Fase / Kelas / SemesterE / X / Ganjil
ElemenTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Alokasi Waktu10 JP (450 menit), 3 pertemuan
PendekatanPembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
PenyusunDede Alamsyah, S.Pd.
Tahun Penyusunan2026–2027
Program KeahlianSemua Program/Konsentrasi Keahlian

1. Pendahuluan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan elemen penting dalam pembelajaran Informatika. Peserta didik tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan aplikasi, tetapi juga memanfaatkan berbagai aplikasi secara bersamaan untuk berkomunikasi, mencari sumber data, mengolah informasi, serta menyajikan konten dalam berbagai bentuk representasi.

Modul ini membahas integrasi aplikasi perkantoran, penggunaan fitur lanjut mail merge, penyajian laporan, penyimpanan data di cloud, serta pencarian dan evaluasi informasi di internet. Kegiatan pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan nyata di lingkungan sekolah agar keterampilan digital dapat diterapkan secara kontekstual.

Fokus pembelajaran

Pemanfaatan aplikasi pengolah angka, pengolah kata, pengolah presentasi, penyimpanan cloud, dan mesin pencari untuk menyusun paket laporan informasi bagi publik secara kolaboratif.

2. Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, peserta didik mampu memanfaatkan berbagai aplikasi secara bersamaan dan optimal untuk berkomunikasi, mencari sumber data yang akan diolah menjadi informasi, baik di dunia nyata maupun di internet, serta mahir menggunakan fitur lanjut aplikasi perkantoran (pengolah kata, angka, dan presentasi) beserta otomasinya untuk mengintegrasikan dan menyajikan konten aplikasi dalam berbagai representasi yang memudahkan analisis dan interpretasi konten tersebut.

Profil Pelajar Pancasila pada ATP: bernalar kritis, kreatif, dan bergotong royong.

3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. TP 3.1: Mengumpulkan data sederhana di lingkungan sekolah, menuangkannya dalam tabel pada aplikasi pengolah angka, dan mengolahnya menjadi informasi yang dapat dilaporkan kepada publik.
  2. TP 3.2: Mendesain surat pemberitahuan untuk orang tua murid menggunakan fitur mail merge dengan sumber data yang sudah diolah dan disimpan dalam file data.
  3. TP 3.3: Mendesain presentasi laporan dari rekap informasi yang sudah diolah, berisi ringkasan informasi, gambar/dokumentasi, dan rangkuman dalam bentuk diagram.
  4. TP 3.4: Membuat folder kerja yang rapi pada penyimpanan cloud dan membagikannya sesuai hak akses kepada pihak yang membutuhkan.
  5. TP 3.5: Menggunakan mesin pencari untuk melakukan pencarian informasi di internet secara efektif.
  6. TP 3.6: Mengintegrasikan aplikasi pengolah angka, pengolah kata, pengolah presentasi, penyimpanan cloud, dan pencarian informasi untuk menyusun paket laporan informasi bagi publik secara kolaboratif.

4. Ruang Lingkup Materi Pembelajaran

01

Integrasi Aplikasi Perkantoran

Memahami keterkaitan aplikasi pengolah angka, pengolah kata, dan pengolah presentasi dalam penyusunan laporan informasi.

02

Data Menjadi Informasi

Menyusun tabel data, menggunakan rumus dasar seperti SUM, AVERAGE, COUNT, MAX, dan MIN, serta membuat grafik.

03

Fitur Lanjut Mail Merge

Menghubungkan dokumen utama dengan file sumber data untuk menghasilkan surat individual secara otomatis.

04

Presentasi Laporan

Menyajikan ringkasan informasi, dokumentasi, dan diagram yang tepat serta mudah dipahami.

05

Penyimpanan Cloud

Mengelola folder kerja, mengunggah berkas, dan mengatur hak akses pemilik, editor, pemberi komentar, serta pelihat.

06

Pencarian Informasi di Internet

Menggunakan kata kunci dan operator pencarian serta mengevaluasi kredibilitas sumber informasi.

5. Pendekatan dan Model Pembelajaran

Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pemahaman bermakna, keterhubungan dengan konteks nyata, serta pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Alur belajar mengikuti tiga fase, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL). Dalam model ini, peserta didik dihadapkan pada permasalahan autentik yang perlu dipahami dan diselesaikan melalui penyelidikan terarah, diskusi, praktik penggunaan aplikasi, serta kolaborasi kelompok.

Skenario Masalah: Informasi Sekolah untuk Publik

Humas sekolah ingin menyampaikan laporan tentang suatu layanan atau fasilitas sekolah kepada orang tua dan pihak terkait. Namun, ditemukan beberapa permasalahan:

  1. Data masih tercatat tercecer di kertas dan berkas terpisah sehingga sulit dirangkum.
  2. Surat pemberitahuan kepada banyak orang tua dibuat satu per satu dan berisiko salah nama.
  3. Laporan yang dipresentasikan penuh angka tanpa ringkasan visual sehingga sulit dipahami.
  4. Berkas kerja tersebar di flashdisk dan grup percakapan sehingga sulit dibagikan dan sering tertimpa versi lama.
  5. Informasi pendukung dari internet belum diperiksa kebenarannya.

Peran peserta didik: bertindak sebagai Tim Humas Digital yang bekerja secara kolaboratif untuk menemukan solusi dan menyusun paket laporan informasi bagi publik.

Pertanyaan pemandu: Aplikasi dan fitur apa yang tepat untuk mengatasi setiap masalah, bagaimana urutan penggunaannya, serta bagaimana memastikan data aman dan sumber informasi dapat dipercaya?

Lima Fase Sintaks Problem Based Learning (PBL)

FASE 1

Orientasi Peserta Didik pada Masalah

Guru menyajikan skenario masalah “Informasi Sekolah untuk Publik”. Peserta didik mendata fakta yang telah diketahui dan hal-hal yang perlu dicari tahu, kemudian merumuskan pertanyaan pemecahan masalah.

FASE 2

Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar

Kelompok dibentuk, topik data dan peran ditetapkan, serta dilakukan penyamaan materi dasar. Peran dapat mencakup pengumpul data, pengolah data, perancang surat, perancang presentasi, dan pengelola folder cloud.

FASE 3

Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok

Peserta didik melakukan penyelidikan secara berurutan mengenai data dan tabel, mail merge, presentasi laporan, folder cloud, serta pencarian informasi melalui LK-01 sampai LK-05.

FASE 4

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

Kelompok menyusun paket laporan informasi dan menyajikannya melalui kegiatan gallery walk. Berkas hasil kerja dibagikan melalui penyimpanan cloud.

FASE 5

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

Peserta didik bersama guru merefleksikan strategi penyelesaian masalah, kendala yang dihadapi, ketepatan hasil, dan pengalaman belajar.

6. Hasil Karya Pembelajaran

Melalui proses pemecahan masalah, peserta didik menyusun satu paket laporan informasi untuk publik yang mengintegrasikan beberapa keterampilan TIK.

  • Tabel data yang tertata dan hasil pengolahan menggunakan rumus dasar.
  • Surat pemberitahuan individual yang dihasilkan menggunakan fitur mail merge.
  • Presentasi laporan yang memuat ringkasan informasi, dokumentasi, dan diagram.
  • Folder kerja cloud dengan struktur rapi dan pengaturan hak akses sesuai kebutuhan.
  • Daftar sumber rujukan yang telah diperiksa kredibilitasnya.

Catatan: selama kegiatan latihan, peserta didik menggunakan data non-pribadi atau data fiktif. Data pribadi nyata tidak digunakan dalam latihan.

7. Alokasi Waktu dan Fokus Pertemuan

PertemuanAlokasiFokus Pembelajaran
1 4 JP (180 menit) Integrasi aplikasi perkantoran, data menjadi informasi, serta fitur lanjut mail merge.
2 4 JP (180 menit) Presentasi laporan, penyimpanan cloud dan hak akses, serta pengantar pencarian informasi.
3 2 JP (90 menit) Pencarian dan uji kredibilitas sumber, penyusunan paket laporan, penyajian, dan refleksi.

Total alokasi waktu: 10 JP × 45 menit = 450 menit.

8. Aktivitas dan Lembar Kerja Peserta Didik

Penyelidikan dan praktik peserta didik dilaksanakan melalui lembar kerja yang disusun sesuai urutan materi dan tujuan pembelajaran.

Lembar KerjaAktivitasPertemuan
LK-01Data Menjadi Informasi: mengumpulkan data non-pribadi, menyusun tabel, menghitung ringkasan, membuat grafik, dan menuliskan temuan.1
LK-02Mail Merge Surat Pemberitahuan: menyiapkan file data fiktif, membuat templat surat, menyisipkan merge field, dan memeriksa hasil.1
LK-03Presentasi Laporan: menyusun pesan utama, ringkasan data, diagram, dokumentasi, simpulan, dan saran.2
LK-04Folder Cloud dan Hak Akses: merancang struktur folder, mengatur hak akses, dan menguji akses berkas.2
LK-05Pencarian Informasi dan Uji Kredibilitas Sumber: menggunakan kata kunci dan operator, memeriksa sumber, serta mencatat rujukan.3
LK-06Daftar Periksa Paket Laporan, Jurnal Refleksi, dan Penilaian Sejawat.3

9. Asesmen Pembelajaran

Asesmen dilakukan untuk memantau kesiapan, proses penyelidikan, keterampilan praktik, dan hasil pemecahan masalah peserta didik.

Jenis AsesmenFokus Penilaian
Diagnostik Pengetahuan awal dan pengalaman menggunakan aplikasi pengolah kata, angka, presentasi, penyimpanan cloud, mesin pencari, serta ketersediaan perangkat.
Formatif Observasi proses pemecahan masalah, catatan fakta yang diketahui dan perlu dicari tahu, hasil LK-01 sampai LK-05, praktik, dan pemeriksaan sejawat.
Sumatif Penilaian produk paket laporan, penyajian melalui gallery walk, penilaian sejawat, dan tes tertulis mandiri.

Aspek penilaian sumatif meliputi ketepatan dan integrasi data, kualitas surat dan presentasi, pengelolaan cloud dan hak akses, kredibilitas sumber dan etika data, serta kontribusi dan kerja sama kelompok.

Batas ketuntasan

Nilai minimal 75. Peserta didik yang belum mencapai batas ketuntasan mendapatkan tindak lanjut remedial sesuai KKTP yang belum tercapai. Peserta didik yang telah tuntas dapat mengikuti kegiatan pengayaan.

10. Pembelajaran Berdiferensiasi dan Sarana Pendukung

Diferensiasi diterapkan berdasarkan hasil asesmen diagnostik, kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik.

  • Kesiapan belajar: peserta didik yang belum terbiasa menggunakan aplikasi mendapatkan panduan langkah bergambar dan contoh berkas. Peserta didik yang lebih cepat dapat mencoba rumus tambahan seperti COUNTIF atau otomasi lain.
  • Minat: kelompok dapat memilih topik data dari lingkungan sekolah, misalnya penggunaan ruang praktik, stok bahan praktik, kehadiran ekstrakurikuler, atau kunjungan perpustakaan.
  • Profil belajar: kegiatan memadukan tangkapan layar dan diagram, penjelasan dan diskusi, serta praktik langsung menggunakan aplikasi.

Sarana digital: Microsoft Word, Excel, PowerPoint, LibreOffice, Google Docs, Sheets, Slides, Google Drive, OneDrive, mesin pencari, serta aplikasi pendukung pembelajaran.

Peserta didik yang tidak memiliki komputer pribadi dapat menggunakan komputer laboratorium atau ponsel untuk aplikasi berbasis web dan bekerja berpasangan sesuai ketersediaan perangkat.

11. Dimensi Profil Lulusan yang Dikembangkan

  • Penalaran kritis: memeriksa kebenaran data dan hasil rumus, memilih diagram, serta menguji kredibilitas sumber.
  • Kreativitas: merancang surat, diagram, dan presentasi yang informatif serta menarik.
  • Kolaborasi: membagi peran dan bekerja bersama melalui berkas cloud.
  • Kemandirian: menyelesaikan tugas dan mengelola berkas secara bertanggung jawab.
  • Komunikasi: menyampaikan informasi melalui surat dan presentasi serta memberikan umpan balik secara santun.
  • Keimanan dan ketakwaan: menjaga kejujuran dalam pengumpulan data dan amanah dalam mengelola informasi serta hak akses.

Akses Modul Ajar Lengkap

Dokumen lengkap Rencana Pembelajaran Mendalam Informatika Fase E Elemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat diakses melalui halaman publikasi berikut.

Buka Modul di Academia.edu

Akses dokumen mengikuti ketentuan dan ketersediaan yang ditetapkan oleh Academia.edu.

12. Penutup

Modul Ajar Informatika Kelas X Fase E pada elemen Teknologi Informasi dan Komunikasi ini dirancang untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan digital melalui pemecahan masalah kontekstual. Dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam dan model Problem Based Learning (PBL), peserta didik belajar memahami permasalahan, melakukan penyelidikan, mengintegrasikan berbagai aplikasi, menyajikan hasil, serta mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Melalui skenario “Informasi Sekolah untuk Publik”, peserta didik memperoleh pengalaman menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara kolaboratif, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Disusun oleh:
Dede Alamsyah, S.Pd.
IT Instructor dan Freelancer
SMKN 9 Garut
Informatika Modul Ajar Fase E Kelas X Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK Problem Based Learning PBL Deep Learning SMK Cloud Computing

About the author

Admin
IT Instructor | Creative Tech Freelancer — Design, Video, Web & IT Solutions.

Posting Komentar