Videografi x AI XI DKV 4 SMKN 9 Garut

Dede Alamsyah

Inovasi Siswa XI DKV 4 SMKN 9 Garut: Menggabungkan Videografi dan AI untuk Karya Kreatif

 


Kolaborasi antara kreativitas siswa dan kemajuan teknologi kembali menunjukkan hasil yang mengesankan melalui proyek videografi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dilakukan oleh siswa kelas XI DKV 4 SMKN 9 Garut. Kegiatan ini bukan sekadar tugas akademik biasa, melainkan sebuah ruang eksplorasi yang mempertemukan keterampilan teknis, kepekaan artistik, serta pemanfaatan teknologi mutakhir dalam satu kesatuan karya audiovisual yang utuh dan bermakna.

Dalam mata pelajaran pilihan Desain Komunikasi Visual (DKV), para siswa diberikan tantangan untuk menciptakan karya video yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif. Yang membuat proyek ini semakin istimewa adalah integrasi teknologi AI, khususnya Suno AI, yang digunakan untuk membantu proses pembuatan musik latar. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang videografi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat pendukung dalam proses kreatif.

Hasil dari proyek ini ditampilkan dalam bentuk kompilasi video yang memuat lima karya utama dari masing-masing kelompok siswa. Setiap karya memiliki tema yang berbeda, mencerminkan keberagaman ide, sudut pandang, dan gaya penyampaian pesan yang dimiliki oleh para siswa.


Karya pertama berjudul “Menjaga Kebersihan” yang diproduksi oleh Team 3, menjadi pembuka yang kuat dengan mengangkat isu sederhana namun sangat relevan, yaitu pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang kreatif dan dikemas dengan gaya yang ringan serta catchy, video ini berhasil menyampaikan pesan moral tanpa terasa menggurui. Penggunaan visual yang dinamis dipadukan dengan musik latar yang energik dari Suno AI membuat pesan kebersihan terasa lebih hidup dan mudah diterima oleh penonton, khususnya kalangan pelajar.

Selanjutnya, Team 4 menghadirkan karya berjudul “Profil DKV” yang berfungsi sebagai representasi identitas jurusan Desain Komunikasi Visual di SMKN 9 Garut. Video ini menampilkan berbagai aktivitas kreatif yang dilakukan oleh siswa, mulai dari fotografi, desain grafis, hingga proses pembelajaran berbasis teaching factory. Dengan penyajian visual yang informatif dan estetis, karya ini tidak hanya menjadi media promosi jurusan, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang bagaimana lingkungan belajar di DKV mampu membentuk siswa menjadi individu yang kreatif dan produktif.

Karya ketiga datang dari Team 5 dengan judul “Mars SMKN 9 Garut”. Video ini merupakan sebuah persembahan musikal yang menggambarkan semangat, kebanggaan, serta identitas sekolah. Berlokasi di Kecamatan Bayongbong, SMKN 9 Garut ditampilkan sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga semangat kebersamaan yang kuat. Musik yang dihasilkan melalui bantuan AI memberikan nuansa megah dan inspiratif, sehingga mampu membangkitkan rasa bangga bagi seluruh warga sekolah.

Berikutnya, Team 2 menyajikan karya berjudul “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Video ini mengangkat tema edukatif dengan fokus pada pembentukan karakter siswa melalui kebiasaan positif. Dengan pendekatan yang komunikatif dan lirik yang menggugah semangat, karya ini berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta gaya hidup sehat. Integrasi antara visual storytelling dan musik AI membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih menarik dan mudah diingat.

Sebagai penutup, Team 1 menghadirkan karya yang paling mendalam secara emosional dengan judul “Pancawaluya”. Video ini mengangkat nilai-nilai filosofis dan budaya lokal yang sarat makna. Melalui narasi visual yang kuat dan alur cerita yang reflektif, karya ini mengajak penonton untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan yang sering kali terlupakan. Penggunaan musik latar berbasis AI dalam karya ini memberikan sentuhan emosional yang memperkuat suasana dan pesan yang ingin disampaikan, sehingga meninggalkan kesan yang mendalam bagi penonton.

Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan bahwa siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan esensi kreativitas mereka. Justru sebaliknya, kehadiran AI seperti Suno AI menjadi alat yang memperluas kemungkinan dalam berkarya. Siswa tidak lagi terbatas pada kemampuan teknis semata, tetapi juga dapat mengeksplorasi ide-ide baru dengan dukungan teknologi yang mempermudah proses produksi.

Lebih dari itu, proyek ini juga mencerminkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Dunia kerja tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara efektif. Dengan pengalaman seperti ini, siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Kolaborasi antara videografi dan AI dalam proyek ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka peluang bagi siswa untuk bereksperimen dan menemukan potensi terbaik mereka. Sementara itu, siswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga pencipta karya yang memiliki nilai dan dampak.

Pada akhirnya, proyek ini menegaskan bahwa Artificial Intelligence bukanlah ancaman bagi dunia kreatif, melainkan sebuah alat yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas karya. Kreativitas tetap menjadi faktor utama, sementara teknologi berperan sebagai pendukung yang mempercepat dan memperkaya proses tersebut.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan eksplorasi, siswa XI DKV 4 SMKN 9 Garut telah berhasil menunjukkan bahwa generasi muda mampu menciptakan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermakna dan relevan dengan perkembangan zaman. Proyek ini menjadi inspirasi bahwa ketika kreativitas bertemu dengan teknologi, maka batasan-batasan lama dapat dilampaui, dan peluang baru pun terbuka lebar.

Posting Komentar