Contoh Pengerjaan LKPD Generative AI for Visual Design
Naskah, Storyline, Shotlist, dan Storyboard - Short Video 60 Detik
Genre: Edukasi / Tips
Target Durasi: 60 detik
Jumlah Scene: 7 Scene
Target Penonton: Siswa SMK, khususnya siswa DKV
A. Identitas Projek
| Nama | Dede Alamsyah |
| Kelas | XI DKV 3 |
| Tugas | Individu |
| Tema | Produktivitas Siswa DKV |
| Aplikasi AI | ChatGPT |
B. Konsep Video
Video menceritakan seorang siswa DKV yang awalnya merasa kewalahan menghadapi banyak tugas. Ia kemudian menerapkan beberapa kebiasaan sederhana agar pekerjaan menjadi lebih terarah dan produktif.
Logline: Seorang siswa DKV yang kesulitan mengatur banyak tugas mulai menerapkan lima kebiasaan produktif sehingga pekerjaannya menjadi lebih terarah.
Pesan: Siswa DKV yang produktif bukan hanya yang memiliki kemampuan desain, tetapi juga mampu mengatur prioritas, membuat konsep, fokus, menggunakan referensi, dan mengevaluasi hasil.
Tokoh: Raka, siswa kelas XI DKV.
C. Naskah Video
Naskah menjadi dasar utama sebelum masuk ke tahap visualisasi. Setiap scene memiliki visual, narasi, audio, dan durasi yang telah diperhitungkan agar keseluruhan video tepat 60 detik.
| Scene | Durasi | Visual / Aksi | Dialog / Narasi | Audio / SFX |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 8 dtk | Raka duduk di depan komputer. Banyak file desain terbuka dan ia terlihat bingung. | “Pernah merasa tugas DKV banyak, tapi nggak tahu harus mulai dari mana?” | Musik upbeat + SFX keyboard |
| 2 | 9 dtk | Raka menulis daftar tugas dan menentukan tugas yang menjadi prioritas. | “Pertama, tentukan prioritas. Jangan kerjakan semuanya sekaligus.” | SFX tulisan / paper |
| 3 | 8 dtk | Raka membuat sketsa konsep sebelum mulai mendesain di komputer. | “Kedua, buat konsep sebelum mulai mendesain.” | SFX pensil di kertas |
| 4 | 9 dtk | Raka mulai bekerja. Smartphone diletakkan terbalik dan dijauhkan. | “Ketiga, fokus. Singkirkan distraksi yang bikin pekerjaan tertunda.” | SFX notification lalu mute |
| 5 | 8 dtk | Raka melihat referensi desain dan menggunakannya sebagai inspirasi. | “Keempat, gunakan referensi. Bukan untuk meniru, tapi untuk mencari inspirasi.” | SFX mouse click |
| 6 | 9 dtk | Raka memeriksa desain, menemukan bagian yang perlu diperbaiki, lalu melakukan revisi. | “Kelima, selalu evaluasi. Cek kembali sebelum tugas dikumpulkan.” | SFX keyboard |
| 7 | 9 dtk | Raka menunjukkan hasil desain. Muncul teks PLAN – CREATE – FOCUS – REVIEW. | “Siswa DKV produktif bukan yang paling sibuk, tapi yang tahu cara bekerja dengan efektif.” | Musik naik + impact SFX |
| Total | 60 detik — SESUAI | |||
D. Storyline
Storyline merangkum kejadian utama dari setiap scene agar alur cerita lebih mudah dipahami sebelum diterjemahkan menjadi shotlist.
| Scene | Durasi | Peristiwa Utama | Perkembangan | Transisi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 8 dtk | Raka melihat banyak tugas DKV. | Ia bingung menentukan pekerjaan. | Cut |
| 2 | 9 dtk | Membuat daftar tugas. | Menentukan prioritas. | Cut |
| 3 | 8 dtk | Membuat sketsa. | Menyiapkan konsep. | Match Cut |
| 4 | 9 dtk | Mulai mendesain. | Menghilangkan distraksi smartphone. | Cut |
| 5 | 8 dtk | Melihat referensi. | Mencari inspirasi untuk desain. | Cut |
| 6 | 9 dtk | Mengevaluasi desain. | Melakukan revisi. | Cut |
| 7 | 9 dtk | Menunjukkan hasil akhir. | Pesan produktivitas. | Fade Out |
| Total | 60 detik | |||
E. Shotlist
Shotlist menerjemahkan storyline menjadi kebutuhan teknis pengambilan gambar. Jenis shot, angle, gerakan kamera, aksi, audio, dan durasi ditentukan sebelum proses shooting dilakukan.
| Shot | Durasi | Jenis Shot | Angle | Gerak Kamera | Aksi / Visual | Audio |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1/1 | 4 dtk | MS | Eye Level | Static | Raka duduk bingung di depan komputer. | Narasi |
| 1/2 | 4 dtk | CU | Eye Level | Push In | Layar berisi banyak file desain. | SFX keyboard |
| 2/1 | 5 dtk | MS | Eye Level | Static | Raka menulis daftar tugas. | Narasi |
| 2/2 | 4 dtk | CU | High Angle | Tilt Down | Sticky note menunjukkan prioritas. | SFX tulisan |
| 3/1 | 4 dtk | MS | High Angle | Static | Raka membuat sketsa konsep. | Narasi |
| 3/2 | 4 dtk | CU | Eye Level | Static | Detail tangan menggambar. | SFX pensil |
| 4/1 | 5 dtk | MS | Eye Level | Static | Raka mulai bekerja di komputer. | Narasi |
| 4/2 | 4 dtk | CU | High Angle | Pan | Smartphone diletakkan terbalik. | SFX notification |
| 5/1 | 4 dtk | OTS | Eye Level | Static | Raka melihat referensi desain. | Narasi |
| 5/2 | 4 dtk | CU | Eye Level | Push In | Detail proses desain. | SFX mouse |
| 6/1 | 5 dtk | MS | Eye Level | Static | Raka memeriksa hasil desain. | Narasi |
| 6/2 | 4 dtk | CU | Eye Level | Push In | Raka melakukan revisi. | SFX keyboard |
| 7/1 | 5 dtk | MS | Eye Level | Slow Push In | Raka menunjukkan hasil desain. | Narasi |
| 7/2 | 4 dtk | CU / Graphic | Eye Level | Static | PLAN – CREATE – FOCUS – REVIEW. | Impact SFX |
| Total | 60 detik | |||||
F. Storyboard Visual
Storyboard digunakan untuk memvisualisasikan setiap adegan sebelum proses produksi. Pada contoh ini, storyboard dibuat dengan pendekatan visual realistis agar gambaran komposisi, posisi tokoh, lingkungan, dan aktivitas lebih mudah dipahami.
Storyboard terdiri dari 14 panel yang mewakili seluruh shot dalam 7 scene.
Ringkasan Visual Storyboard
- Scene 1: Raka kebingungan menghadapi banyak tugas DKV.
- Scene 2: Raka membuat daftar dan menentukan prioritas.
- Scene 3: Raka membuat konsep melalui sketsa.
- Scene 4: Raka fokus bekerja dan menjauhkan smartphone.
- Scene 5: Raka mencari referensi untuk mendapatkan inspirasi.
- Scene 6: Raka mengevaluasi dan merevisi desain.
- Scene 7: Raka menunjukkan hasil desain dan menyampaikan pesan penutup.
G. Audit Durasi
| Scene | Durasi | Status |
|---|---|---|
| Scene 1 | 8 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 2 | 9 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 3 | 8 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 4 | 9 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 5 | 8 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 6 | 9 detik | ✓ Sesuai |
| Scene 7 | 9 detik | ✓ Sesuai |
| TOTAL | 60 detik | ✓ SESUAI |
Total durasi video adalah 60 detik. Tidak ada scene yang memiliki durasi lebih dari 10 detik. Naskah, storyline, shotlist, dan storyboard telah dibuat konsisten.
Penutup
Dari projek ini dapat dipahami bahwa pembuatan video tidak langsung dimulai dari proses shooting. Tahap pra-produksi sangat penting agar ide yang dibuat dapat diterjemahkan menjadi visual yang jelas dan terukur.
Naskah membantu menentukan isi cerita, storyline mengatur urutan kejadian, shotlist menentukan kebutuhan pengambilan gambar, sedangkan storyboard membantu memvisualisasikan adegan sebelum kamera digunakan.
“AI membantu mengembangkan ide, tetapi keputusan kreatif tetap berada di tangan pembuat karya.”
Contoh ini digunakan sebagai referensi pengerjaan LKPD. Jangan menyalin seluruh isi contoh. Gunakan struktur dan prosesnya sebagai panduan untuk mengembangkan ide, cerita, visual, dan keputusan kreatif masing-masing.

