Orangtua perlu mengetahui tahap-tahap perkembangan motorik anak, dari bayi mulai bisa mengangkat kepalanya hingga anak yang sudah bisa naik sepeda roda tiga. Dengan begitu, kita jadi tahu bagaimana stimulasi yang tepat dan benar yang harus diberikan agar perkembangan keterampilan dan kecerdasan anak optimal. Selain itu, kita bisa mengetahui apabila satu fase belum dilalui dengan baik, tentunya fase perkembangan berikutnya belum bisa diajarkan. Misalnya, saat anak belum bisa berjalan, kita belum bisa mengajarkannya berlari atau melompat.
Kemampuan motorik kasar dan halus anak perlu dilatih dan diasah. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih motorik kasar. Motorik kasar merupakan area terbesar dalam perkembangan di usia batita (bawah tiga tahun). Diawali dengan kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Dalam hal ini, kegiatan di luar ruangan adalah pilihan terbaik karena anak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya sesuka hati. Di samping itu, sediakan juga peralatan bermain, seperti tali atau bola, perosotan, dan lain-lain. Kegiatan bermain aktif akan mengasah kemampuan motorik kasar, sekaligus motorik halusnya. Untuk melatih keterampilan motorik halus, di antaranya adalah dengan latihan menuang air dari teko plastik ke gelas, mengambil dan mengumpulkan dedaunan, menyisir rambut, membentuk plastisin atau malam, meronce, menyusun balok atau puzzle, dan lainnya.
Pustaka
Menu Sehat & Permainan Kreatif untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Oleh Ayu Bulan Febry K. D., S.KM & dr. Zulfito Marendra
