Kerinduan Puteri Kecil terhadap Ayahnya
Ayah, aku rindu suasana basuh jiwaku. Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu. Ayah… Maaf, aku mengganggu, sebentar saja Yah. Aku ingin bicara. Aku tau, mungkin siang ini Ayah sedang sibuk-sibuknya bergelut di meja kerja atau sedang pusing memikirkan kerjaan setumpuk untuk mengejar deadline . Maaf, semua itu demi aku ya? Memang selalu merepotkan Ayah. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih untukmu. Baca ya, Yah… Ayah, terima kasih, karenamu lah aku mampu melawan segala persaingan. Kutipan pesanmu yang selalu ku ingat, "Jangan menyerah, Nak! Bersaing lah dengan cara bijak". Maka itulah, aku masih berdiri, meski banyak yang berusaha menjatuhkan ku di luar sana. Tak apa, itulah hidup, semua pun ingin kemenangan, jadi sah saja jika persaingan begitu kejam. Tapi setidaknya, karena Ayah, aku tidak membalas kekejaman mereka yang ingin menjatuhkan. Ayah, terima kasih, karenamu lah aku mampu beradaptasi. Karakter orang di luar sana tidak sama seperti mu, Nak… Berbaur lah dan pa…
About the author
IT Instructor | Creative Tech Freelancer — Design, Video, Web & IT Solutions.